- nada terendah D1, nada rendah adalah hal yang mudah bagiku karena suaraku memang di bawah bass "serem"
- nada tertinggi chest voice E4, tapi sangat jarang, pernah aku bisa sampai C#5 tapi waktu itu aku lagi sakit "pancingen" dalam bahasa jawa (sakit pada bagian faring/tekak/telak) yang cukup parah selama lima hari, dan rasanya sakiiit banget tapi anehnya suaraku jadi tinggi. Sehingga selama lima hari aku terus bernyanyi lagu-lagu slow rock malaysia tanpa kesulitan, dan itu adalah masa-masa terindah dalam hidupku yang tidak akan pernah aku temui lagi.Saat itu aku masih kelas 2 SMA. Setelah penyakitku sembuh aku tidak bisa nada tinggi dengan chest voice ya terpaksa dengan cara lama "ngeden". Dengan cara ngeden aku bisa sampai C,D,E, bahkan F5.
- suara falseto tertinggi waktu remaja aku masih bisa sampai di atas C6 tapi sekarang cuma mentok di nada A5. Nggak tau kenapa mungkin karena pertumbuhan rongga suara yang makin besar.
- suara whistle: biasanya cuma sampai D7, kemarin waktu nyanyi pake teriak setinggi-tingginya eh yang keluar malah suara whistle dan waktu aku ukur sampai F7. Lho apa bedanya falseto sama whistle? Mungkin bagi remaja antara whistle sama falseto mungkin masih nyambung, tapi semakin tua kebanyakan tertutup sama suara yang lain. Nah suara whistle, kalau dikeluarkan itu tidak sama dengan falseto dan memiliki jalur sendiri.
Triendel Wonge Elek (ueleekkk bangeetss)
